Selasa, 12 April 2016




MAKALAH
ENTREPRENEURSHIP
Disusun untuk memenuhi tugas individu
Mata kuliah : Entrepreneurship
                                           Dosen Pengampu : Agus Salim Chamidi, M.Pd.I



Disusun oleh :
RETNO WITANTRI
Tarbiyah/ PAI/ 2F



INSTITUT AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
IAINU KEBUMEN

Jalan Tentara Pelajar No.55B Kebumen 54312
TAHUN AJARAN 2015/2016



KATA PENGANTAR

Alhamdulilah puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita semua, terutama nikmat yang sering kita lupakan yaitu nikmat sehat. Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Entrepreneurship. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah entrepreneurship. Makalah ini memberikan informasi tentang berwirausaha.
Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, maka kritik dan saran yang dapat menyempurnakan makalah ini, penulis akan terima semua masukan dengan terbuka. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita.



Kebumen, Maret 2016


Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................ii
DAFTAR ISI ................................................................................................iii

BAB I
 PENDAHULUAN.........................................................................................1
  1.   Latar Belakang.....................................................................................1
  2.   Tujuan Penulisan..................................................................................1
                                                                                    
BAB II
PEMBAHASAN.............................................................................................2     
     A. Pengertian entrepreneurship..................................................................2
  1. Cara Berwirausaha Yang Baik..............................................................4
  2. Manfaat entrepreneurship......................................................................7

BAB III
 PENUTUP.......................................................................................................9
1.           Kesimpulan........................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................10


BAB 1
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan risiko yang mungkin dihadapinya.
Dahaulu, kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung dilapangan. Sehingga tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. Mereka yang menjadi entreprenaur adalah orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkan potensinya untuk menangkap peluang serta mengorganisir usahanya dalam mewujudkan cita-citanya. Oleh Karena itu menjadi seorang wirausaha yang sukses, tidak cukup dangan hanya memiliki bakat saja, tetapi juga harus memiliki pengetahuan segala aspek usaha yang akan ditekuninya.
Sejak awal abad ke-20an kewirausahaan sudah dikenal beberapa Negara. Misalnya di Belanda dikenal dengan “ ondernemer”, di Jerman dikenal dengan “ unternehmer”. Kemudian pada tahun 1950-an pendidikan kewirausahan mulai dirintis dibeberapa Negara seperti di Eropa, Amerika, dan Canada. Bahkan sejak tahun 1970-an banyak universitas yang mengajarkan “entrepreneurship” . pada thun 1980-an hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan kewirausahaan. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbataspada beberapa sekolahan atau perguruan tinggi tertentu saja.


B.     RUMUSAN MASALAH
a.       Apa pengertian entrepreneurship?
b.      Bagaimana cara berwirausaha yang baik?
c.       Apa manfaat entrepreneurship bagi seorang pendidik?

C.     TUJUAN
a.       Mengetahui pengertian entrepreneurship
b.      Mengetahui cara berwirausaha yang baik
c.       Mengetahui manfaat entrepreneurship bagi pendidik





BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN ENTREPRENEURSHIP
Kata entrepreneurship berasal dari bahasa perancis yaitu “entreprende” yang artinya berusaha. Menurut Peter drucker menyataka bahwa yang dimaksud entrepreneurship adalah aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan. Kewirausahaan berasal dari istilah entrepreneurship, sedangkan wirausaha berasal dari kata entrepreneur. Kata entrepreneur, secara tertulis digunakan pertama kali oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya "Kamus Dagang'. Entrepreneur adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti, meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang (atau guna ekonomi) itu akan dijual.
Wirausaha adalah seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Sebagaian besar pendorong perubahan, inovasi, dan kemajuan di perkonomian kita akan datang dari para wirausaha; orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengambil reasiko dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Pengertian kewirausahaan menurut intruksi presiden RI No.4 tahun 1995; “Kewirausahaan adalah semangat, sikap, prilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaca mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yangh lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Adapun pengertian kewirausahaan menerut beberapa ahli diantaranya adalah:
a.       Menurut Peter F. Drucker (1994), kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different).
b.      Menurut Thomas W Zimmerer (1996:51), kewirausahaan ialah penerapan keinovasian & kreativitas untuk pemecahan masalah & memanfaatkan berbagai peluang yang dihadapi orang lain setiap hari.
c.       Menurut Robbin & Coulter, kewirausahaan merupakan suatu proses dimana seseorang ataupun suatu kelompok individu menggunakan upaya yang terorganisir & sarana untuk mencari sebuah peluang dan menciptakan suatu nilai yang tumbuh dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui sebuah inovasi & keunikan, tidak mempedulikan apapun sumber daya yang digunakan pada saat ini
d.      Menurut Ahmad Sanusi (1994), kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.
e.       Menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979), kewirausahaan mencakup berbagai kegiatan yang diperlukan untuk melaksanakan & menciptakan perusahaan pada saat dimana pasar belum terbentuk / belum teridentifikasi dengan jelas, atau beberapa komponen fungsi produksinya belum teridentifikasi secara penuh.
f.       Menurut Soeparman Spemahamidjaja, kewirausahaan adalah suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.
g.      Menurut S. Wijandi, kewirausahaan adalah suatu sifat keberanian, keutamaan dalam keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri.
h.      Menurut Soeharto Prawiro (1997), kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth).
i.        Menutut A. Pakerti, kewirausaha kemampuan seseorang dalam mendirikan, mengatur, mengembangkan dan melembagakan perusahaan yang dimilikinya.
j.        Menurut isrich-Peter (2005:535), kewirausahaan adalah suatu metoda mengstimulasi individu didalam organisasi yang mempunyai pemikiran bahwa dia dapat melakukan sesuatu yang tampil bedadan hasil yang lebih baik.
k.      Menurut Kao (1996) dalam Rambat Lupiyoadi (2004:3), kewirausahaan sebagai suatu proses. Yakni proses penciptaan suatu yang baru (kreasi baru) dan membuat suatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi), tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat.
l.        Menurut Ropke (1995:49), kewirausahaan merupakan fungsi indentif sebagai implementasi dari penghargaan sosial atau hak bertindak, kemampuan dan lingkungan eksternal, kemampuan berkaitan langsung dengan faktor diri antara lain kreativitas, inisiatif dan kepercayaan diri.
m.    Menurut Salim Siagian (1999:6), kewirausahaan adalah semangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang. Memperoleh keuntungan untuk diri sendiriatau pelayanan yang baik pada pelanggan/masyarakat, dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien malalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.
n.      Menurut Ahmad Rouzni Noor (1994:26), kewirausahaan adalah seseorang yang memiliki keahlian inovasi dan kreasi serta kekuatan imajinasi yang berorientasi kepada sasaran dan masa depan dengan kemampuan kepemimpinannya berkeyakinan berhasil dan siap menanggun risiko.

B.       CARA BERWIRAUSAHA YANG BAIK
"Penurunan ekonomi secara tidak langsung memaksa orang untuk berpikir lebih kreatif tentang cara mendapatkan uang, dan umumnya orang juga mempertanyakan keamanan pekerjaan mereka sekarang dibanding sebelumnya," ungkap Chris Guillebeau, penulis buku The Art of Non-Conformity.
Menurut Tory Johnson, seorang reporter televisi dan pemilik bisnis, ia memutuskan untuk berwirausaha setelah mengambil pensiun dini dari pekerjaan sebelumnya. "Rasa aman dalam penghasilan sebenarnya diketahui ketika Anda tahu kalau sumber penghasilan Anda tak hanya bergantung pada satu sumber saja, atau tergantung pada orang yang setiap saat bisa saja memecat Anda," tukasnya.
Namun sebelum berwirausaha, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk
mendapatkan ide bisnis antara lain:

1. Minat
 "Pikirkan apa yang benar-benar ingin dilakukan. Mungkin sesuatu yang biasa dikerjakan di kantor dulu, meskipun tak menyukainya, atau justru sangat sukai. Apapun bentuknya, hal tersebut bisa mengajarkan baik-buruk yang mungkin akan muncul saat memulai bisnis," ungkap Tara Gentile, konsultan wirausaha.
Guillebeau juga menyarankan untuk mendengarkan saran dari orang-orang terdekat, dan berkonsultasi dengan konsultan bisnis. Kemudian mulailah untuk membuat blog yang menjelaskan tentang bisnis, membuka rekening khusus untuk bisnis, lalu mulai berbisnis.

2. Motivasi
Selain uang untuk menambah penghasilan, sebaiknya cari motivasi lain untuk mulai berbisnis. Menurut Johnson, motivasi selain tambahan penghasilan akan membantu agar tak hanya berorientasi pada uang semata. "Bagi saya, ini adalah suatu bentuk perlindungan dan upaya untuk menghindarkan keluarga saya dari pengalaman buruk tentang banyaknya slip tagihan yang datang," tukas Johnson.
Motivasi lain yang bisa menjadi alasan untuk berwirausaha adalah mungkin untuk membantu biaya pengobatan salah satu anggota keluarga. Mengetahui motivasi lain selain uang juga akan membuat lebih mudah bertahan untuk melewati segala
tantangan yang ada.


3. Side job
 Pamela Slim, penulis buku Escape from Cubicle Nation, menggunakan istilah "sampingan" untuk menunjuk cara menghasilkan uang dengan berwirausaha. Terkadang orang selalu takut untuk memulai segala sesuatunya dari bawah, karena akan mempertaruhkan semua yang sudah didapatkan dari pekerjaan tetap. Memiliki pekerjaan sampingan tak hanya membuat untuk menjalankan sebuah bisnis baru dengan resiko kecil, tapi juga sekaligus sebagai rencana cadangan jika suatu saat ada yang bermasalah dengan pekerjaannyaa
"Para pekerja pun akan berpikir tentang kestabilan ekonomi perusahaan, meski tak benar-benar hancur, bukan hal yang baik jika hanya tergantung pada perusahaan," ungkapnya. Menurut survei yang dilakukan Elance, sebuah perusahaan freelance market, tiga dari 10 responden tetap bekerja di perusahaan sembari berwirausaha.

4. Jangan menjual barang yang sama
Slim mengingatkan bahwa dalam berwirausaha, sebaiknya tidak menjual produk yang sejenis dengan yang diproduksi oleh perusahaan. Karena bisa saja, perusahaan akan mengklaim berbagai produk yang diciptakan saat masih berada dalam jam kerja perusahaan.

5. Manfaatkan teknologi
 Twitter, blog, Facebook, dan berbagai jejaring sosial lainnya merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk membangun sebuah bisnis kecil-kecilan. "Ini sangat mudah dilakukan siapa saja, dan sangat mudah membuat website untuk menjual produk Anda," ungkap Slim. Jika dulu, lokasi usaha merupakan salah satu halangan untuk menjual berbagai produk usahanya, maka kini bisa membuat sebuah website di kota asal, dan menjual produknya ke seluruh dunia.

6. Tambah teman
Sekarang ini, pemasaran melalui blog dan internet seringkali berfokus pada pentingnya membangun satu merek untuk menggalang hubungan yang erat antara Anda dan pelanggan. Namun, Gentile mengatakan hal tersebut bukanlah menjadi tujuan utama. Website yang dikelolanya setiap hari dikunjungi 1.000 orang, dimana jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan blog-blog para bintang ternama. Namun, yang paling penting adalah berapa jumlah uang yang bisa didapatkan dari pengunjung blog tersebut.


7. Berhenti berencana dan bergeraklah
 Salah satu kesalahan yang sering dilakukan untuk menjadi seorang wirausaha adalah terlalu lama berpikir dan menyusun rencana. "Sebagian besar orang sulit menemukan produk apa yang akan dijual. Mereka terlalu banyak berpikir detail, padahal yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulainya," ungkap Slim. Terkadang, banyak orang takut untuk memulai usaha karena mereka khawatir akan gagal dan ditolak pasar.

8. Optimis
 "Kesuksesan tidak akan datang dengan instan, tapi butuh proses. Namun, jika Anda memulainya dengan rasa pesimis, semuanya akan gagal," ungkap Johnson. Inilah sebabnya keyakinan untuk berhasil dalam bisnis adalah hal yang sangat penting, karena berguna untuk memacu semangat menghadapi setiap tantangan.

9. Menikmati hasil kerja keras
Ada rasa puas dan kebanggaan tersendiri yang bisa dicapai ketika bisa menjalankan semua bisnisnya dengan jerih payah sendiri. Tak ada salahnya ketika bisnis sudah membuahkan hasil, untuk sedikit menikmati liburan. Anda juga lebih bisa menikmati pekerjaan Anda dengan cara mengatur sendiri semua bisnisnya bisa dibandingkan saat menjadi pekerja.
Selain itu, seorang wirausahawan juga harus mempunya ciri atau karakter yang terangkum dalam kata ACTION.
A = ACTION
Action atau tindakan adalah karakter wirausaha. Menjadi wirausaha berarti mau mengambil inisiatif, mau melakukan ACTION, mau mengambil tindakan untuk mengambil peluang yang ada. Wirausahawan bukan sosok yang mudah berdiam diri. Mereka mengutamakan tindakan dalam kesehariannya.
C= CREATIVE
Wirausahawan itu sosok kreatif. Mereka mampu menciptakan/mengembangkan sesuatu yang mungkin sebelumnya dianggap biasa atau bahkan mustahil oleh banyak orang. Kreativitas tersebut membuatnya berhasil membuat nilai tambah dalam apapun yang digelutinya. Masalah mampu diubahnya menjadi peluang.
Mereka juga kreatif untuk menghadapi tantangan usaha yang dihadapi. Tantangan yang kian besar justru memompa semangatnya untuk lebih kreatif dalam menghadapi tantangan usaha.
T= TRUST
Wirausahawan memegang trust sebagai prinsip hidupnya. Dalam pengertian ke luar diri, trust berarti tekad untuk memegang kepercayaan konsumen. Mereka sadar, kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis.
Ke dalam diri, trust berarti percaya pada dirinya, pada apa yang di-ACTION-kannya. Wirausahawan punya rasa percaya diri untuk melakukan ACTION.
I = INDEPENDENT
Independent atau kemandirian menjadi jiwa wirausahawan. Mereka ingin bebas, ingin mengatur hidupnya sesuai yang dia mau. Wirausaha mandiri ingin bekerja untuk dirinya sendiri. Mereka mau mewujudkan impian-impiannya lewat usaha mandirinya itu.
Kemandirian tersebut juga membuatnya sadar akan resiko yang mungkin terjadi, dan dia siap menanggungnya sebab telah memilih jalan wirausaha.
O= OPPORTUNITY
Opportunity atau kejelian melihat peluang/kesempatan adalah ciri wirausahawan. Dimana-mana dia temukan ide ide bisnis yang bisa menjadi peluang bisnis baru.
Kejeliannya melihat peluang tersebut bukan saja menghasilkan uang bagi dirinya sendiri, tapi banyak orang lainnya.
N = NO QUIT
Wirausahawan sejati tak pernah menyerah. Mereka tak pernah berhenti ACTION. Kegagalan tak pernah dianggapnya sebagai kegagalan. Setiap kali jatuh, dengan cepat mereka bangkit dan ACTION lagi. Mereka percaya kesuksesan itu pasti akan datang.
Kesuksesan itu tak datang tiba-tiba. Tapi melalui proses penuh keringat. Dan semuanya itu akan terbayar lunas saat menjadi wirausaha sukses

C.     MANFAAT ENTREPRENEURSHIP
Untuk mengefektifkan fungsi dan peranan guru, sesungguhnya tidak cukup dengan hanya menigkatkan jumlah dan kualifikasi lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan guru, namun hal yang paling menonjol untuk dijadikan bahan kebijakan ialah aspek pengembangan jiwa entrepreneur para pengelola lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan guru, sehingga calon-calon guru tersebut sangat penting artinya, karena guru memiliki peran strategis dalam proses transformasi budaya entrepreneurship kepada muridnya, yang pada akhirnya jiwa kewirausahaan guru tersebut akan senantiasa mengalirdari generasi ke generasi.
Dalam wacana teoritis jiwa kewirausahaan tersebut akan mempengaruhi perilaku orang lain, sebab kepemimpinan guru merupkan fenomenanya dalam mempengaruhi murid. Perilaku kepemimpinan yang berkualitas bagi guru ditujukkan dengan deskripsi karakteristik pribadi guru yang memiliki: (1) kematangan sosial, (2)  kecerdasan, (3)  kebutuhan untuk berprestasi dan (4) sikap dalam hubungan kemanusiaan. Wujud dari perilaku tersebut kenyataanya membentuk karakteristik kepribadian yang khas atau perilaku dominan yang diperlihatkan dalam konteks interaksi dengan para muridnya. Kecenderungan perilaku tersebut menjadi prototype perilaku yang sering disebut gaya kepemimpinan guru.
Salah satu manfaat jiwa entrepreneur ialah dpat membentuk citra sebagai guru yang kharismatis. Jiwa entrepreneur dapat ditularkan melalui proses kepemimpinan transfomasional, karena proses ini menfokuskan secara khusus pada penciptaan dan pemeliharaan dari sebuah perubahan. Perilaku kharismatis,sering menyebabkan murid untuk mengidentifikasi dan mengikat dirinya sebagai pemimpin. Ini biasanya melibatkan sebuah visi yang menarik, menyusun perilaku yang dibutuhkan dan menggunakan simbol untuk memfokuskan pada tugas-tugas murid dalam belajar.
Pendidik yang berjiwa entrepreneur juga mencoba untuk menciptakan hubungan istimewa dengan masing-masing muridnya. Kepemimpinan entrepreneur mencoba untuk menyediakan stimulasi intelektual dengan menentang orang yang dipimpinnya untuk berpikir dalam suatu cara yang benar-benar baru. Meskipun perilaku jelas merupakan hal yang penting, kepemimpinan juga dapat dipandang sebagai sebuah proses, baik dalam transaksional maupun transformasional.

BAB 3
PENUTUP
1.   Kesimpulan
Dari pembahasan diatas disimpulkan bahwa secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inofatif (create new and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko. Dengan strategi yang baik untuk memulai berwirausaha seperti:
a. Minat
b. Motivasi
c. Side job
d. Jangan menjual barang yang sama
e. Manfaatkan teknologi
f. Tambah teman
g. Berhenti berencana dan bergeraklah
h. Optimis
i. Menikmati hasil kerja keras
Dan salah satu manfaat jiwa entrepreneur ialah dpat membentuk citra sebagai guru yang kharismatis. Perilaku kharismatis,sering menyebabkan murid untuk mengidentifikasi dan mengikat dirinya sebagai pemimpin. Ini biasanya melibatkan sebuah visi yang menarik, menyusun perilaku yang dibutuhkan dan menggunakan simbol untuk memfokuskan pada tugas-tugas murid dalam belajar.

DAFTAR PUSTAKA
http://yunushadi.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-manfaat-fungsi-dan-prinsip.html
suryana.2001.kewirausahaan.jakarta.salemba empat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar