MAKALAH
ENTREPRENEURSHIP
Disusun
untuk memenuhi tugas individu
Mata
kuliah : Entrepreneurship
Dosen Pengampu : Agus Salim Chamidi, M.Pd.I
Disusun oleh :
RETNO WITANTRI
Tarbiyah/
PAI/ 2F
INSTITUT
AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
IAINU
KEBUMEN
Jalan
Tentara Pelajar No.55B Kebumen 54312
TAHUN
AJARAN 2015/2016
KATA
PENGANTAR
Alhamdulilah puji
syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada
kita semua, terutama nikmat yang sering kita lupakan yaitu nikmat sehat. Sehingga
penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Entrepreneurship. Makalah ini disusun
guna memenuhi tugas mata kuliah entrepreneurship.
Makalah ini memberikan informasi tentang berwirausaha.
Pada kesempatan ini,
penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu menyelesaikan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa
dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, maka kritik dan saran
yang dapat menyempurnakan makalah ini, penulis akan terima semua masukan dengan
terbuka. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita.
Kebumen, Maret 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR....................................................................................ii
DAFTAR ISI
................................................................................................iii
BAB I
PENDAHULUAN.........................................................................................1
- Latar Belakang.....................................................................................1
- Tujuan
Penulisan..................................................................................1
BAB II
PEMBAHASAN.............................................................................................2
A. Pengertian entrepreneurship..................................................................2
- Cara
Berwirausaha Yang Baik..............................................................4
- Manfaat
entrepreneurship......................................................................7
BAB III
PENUTUP.......................................................................................................9
1.
Kesimpulan........................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................10
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang
mempelajari tentang nilai kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam
menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan risiko yang mungkin
dihadapinya.
Dahaulu, kewirausahaan adalah urusan pengalaman
langsung dilapangan. Sehingga tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Seseorang
yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui
pendidikan. Mereka yang menjadi entreprenaur adalah orang yang mengenal potensi
dan belajar mengembangkan potensinya untuk menangkap peluang serta
mengorganisir usahanya dalam mewujudkan cita-citanya. Oleh Karena itu menjadi
seorang wirausaha yang sukses, tidak cukup dangan hanya memiliki bakat saja,
tetapi juga harus memiliki pengetahuan segala aspek usaha yang akan
ditekuninya.
Sejak awal abad ke-20an kewirausahaan sudah dikenal
beberapa Negara. Misalnya di Belanda dikenal dengan “ ondernemer”, di Jerman
dikenal dengan “ unternehmer”. Kemudian pada tahun 1950-an pendidikan
kewirausahan mulai dirintis dibeberapa Negara seperti di Eropa, Amerika, dan
Canada. Bahkan sejak tahun 1970-an banyak universitas yang mengajarkan
“entrepreneurship” . pada thun 1980-an hampir 500 sekolah di Amerika Serikat
memberikan kewirausahaan. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru
terbataspada beberapa sekolahan atau perguruan tinggi tertentu saja.
B.
RUMUSAN
MASALAH
a.
Apa
pengertian entrepreneurship?
b.
Bagaimana
cara berwirausaha yang baik?
c.
Apa
manfaat entrepreneurship bagi seorang pendidik?
C.
TUJUAN
a.
Mengetahui
pengertian entrepreneurship
b.
Mengetahui
cara berwirausaha yang baik
c.
Mengetahui
manfaat entrepreneurship bagi pendidik
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
ENTREPRENEURSHIP
Kata
entrepreneurship berasal dari bahasa perancis yaitu “entreprende” yang artinya berusaha. Menurut Peter drucker menyataka
bahwa yang dimaksud entrepreneurship adalah aktivitas yang secara konsisten
dilakukan guna mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang
menguntungkan. Kewirausahaan
berasal dari istilah entrepreneurship, sedangkan wirausaha berasal dari kata
entrepreneur. Kata entrepreneur, secara tertulis digunakan pertama kali oleh
Savary pada tahun 1723 dalam bukunya "Kamus Dagang'. Entrepreneur adalah
orang yang membeli barang dengan harga pasti, meskipun orang itu belum
mengetahui berapa harga barang (atau guna ekonomi) itu akan dijual.
Wirausaha adalah seorang pembuat keputusan yang
membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Sebagaian besar
pendorong perubahan, inovasi, dan kemajuan di perkonomian kita akan datang dari
para wirausaha; orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengambil reasiko dan
mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Pengertian kewirausahaan menurut intruksi presiden RI
No.4 tahun 1995; “Kewirausahaan adalah semangat, sikap, prilaku, dan kemampuan
seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaca mencari,
menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan
meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yangh lebih baik dan
memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Adapun
pengertian kewirausahaan menerut beberapa ahli diantaranya adalah:
a. Menurut
Peter F. Drucker (1994), kewirausahaan
adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different).
b. Menurut
Thomas W Zimmerer (1996:51), kewirausahaan
ialah penerapan keinovasian & kreativitas untuk pemecahan masalah &
memanfaatkan berbagai peluang yang dihadapi orang lain setiap hari.
c. Menurut
Robbin
& Coulter, kewirausahaan
merupakan suatu proses dimana seseorang ataupun suatu kelompok individu
menggunakan upaya yang terorganisir & sarana untuk mencari sebuah peluang
dan menciptakan suatu nilai yang tumbuh dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan
melalui sebuah inovasi & keunikan, tidak mempedulikan apapun sumber daya
yang digunakan pada saat ini
d. Menurut
Ahmad Sanusi (1994), kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam
perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat,
kiat, proses, dan hasil bisnis.
e. Menurut Harvey
Leibenstein (1968, 1979), kewirausahaan mencakup berbagai kegiatan yang
diperlukan untuk melaksanakan & menciptakan perusahaan pada saat dimana
pasar belum terbentuk / belum teridentifikasi dengan jelas, atau beberapa
komponen fungsi produksinya belum teridentifikasi secara penuh.
f. Menurut
Soeparman
Spemahamidjaja, kewirausahaan adalah suatu
kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang
dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses
dalam menghadapi tantangan hidup.
g. Menurut
S.
Wijandi, kewirausahaan adalah suatu
sifat keberanian, keutamaan dalam keteladanan dalam mengambil resiko yang
bersumber pada kemampuan sendiri.
h. Menurut
Soeharto Prawiro (1997), kewirausahaan
adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase)
dan perkembangan usaha (venture growth).
i.
Menutut A. Pakerti, kewirausaha kemampuan seseorang
dalam mendirikan, mengatur, mengembangkan dan melembagakan perusahaan yang
dimilikinya.
j.
Menurut isrich-Peter (2005:535),
kewirausahaan adalah suatu metoda mengstimulasi individu didalam organisasi
yang mempunyai pemikiran bahwa dia dapat melakukan sesuatu yang tampil bedadan
hasil yang lebih baik.
k. Menurut
Kao (1996) dalam Rambat Lupiyoadi (2004:3), kewirausahaan sebagai suatu proses.
Yakni proses penciptaan suatu yang baru (kreasi baru) dan membuat suatu yang
berbeda dari yang sudah ada (inovasi), tujuannya adalah tercapainya
kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat.
l.
Menurut Ropke (1995:49), kewirausahaan
merupakan fungsi indentif sebagai implementasi dari penghargaan sosial atau hak
bertindak, kemampuan dan lingkungan eksternal, kemampuan berkaitan langsung
dengan faktor diri antara lain kreativitas, inisiatif dan kepercayaan diri.
m. Menurut
Salim Siagian (1999:6), kewirausahaan adalah semangat, perilaku dan kemampuan
untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang. Memperoleh keuntungan
untuk diri sendiriatau pelayanan yang baik pada pelanggan/masyarakat, dengan
selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik
serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan
cara kerja yang lebih efisien malalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas
dan inovasi serta kemampuan manajemen.
n. Menurut
Ahmad Rouzni Noor (1994:26), kewirausahaan adalah seseorang yang memiliki
keahlian inovasi dan kreasi serta kekuatan imajinasi yang berorientasi kepada sasaran
dan masa depan dengan kemampuan kepemimpinannya berkeyakinan berhasil dan siap menanggun
risiko.
B. CARA
BERWIRAUSAHA YANG BAIK
"Penurunan ekonomi secara tidak langsung memaksa
orang untuk berpikir lebih kreatif tentang cara mendapatkan uang, dan umumnya
orang juga mempertanyakan keamanan pekerjaan mereka sekarang dibanding
sebelumnya," ungkap Chris Guillebeau, penulis buku The Art of
Non-Conformity.
Menurut Tory Johnson, seorang reporter televisi dan pemilik bisnis, ia
memutuskan untuk berwirausaha setelah mengambil pensiun dini dari pekerjaan
sebelumnya. "Rasa aman dalam penghasilan sebenarnya diketahui ketika Anda
tahu kalau sumber penghasilan Anda tak hanya bergantung pada satu sumber saja,
atau tergantung pada orang yang setiap saat bisa saja memecat Anda,"
tukasnya.
Namun sebelum berwirausaha, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk mendapatkan
ide bisnis antara lain:
1.
Minat
"Pikirkan
apa yang benar-benar ingin dilakukan. Mungkin sesuatu yang biasa dikerjakan di
kantor dulu, meskipun tak menyukainya, atau justru sangat sukai. Apapun
bentuknya, hal tersebut bisa mengajarkan baik-buruk yang mungkin akan muncul
saat memulai bisnis," ungkap Tara Gentile, konsultan wirausaha.
Guillebeau juga menyarankan untuk mendengarkan saran dari orang-orang terdekat,
dan berkonsultasi dengan konsultan bisnis. Kemudian mulailah untuk membuat blog
yang menjelaskan tentang bisnis, membuka rekening khusus untuk bisnis, lalu
mulai berbisnis.
2.
Motivasi
Selain uang untuk menambah penghasilan, sebaiknya cari
motivasi lain untuk mulai berbisnis. Menurut Johnson, motivasi selain tambahan
penghasilan akan membantu agar tak hanya berorientasi pada uang semata.
"Bagi saya, ini adalah suatu bentuk perlindungan dan upaya untuk
menghindarkan keluarga saya dari pengalaman buruk tentang banyaknya slip
tagihan yang datang," tukas Johnson.
Motivasi lain yang bisa menjadi alasan untuk berwirausaha adalah mungkin untuk
membantu biaya pengobatan salah satu anggota keluarga. Mengetahui motivasi lain
selain uang juga akan membuat lebih mudah bertahan untuk melewati segala tantangan
yang ada.
3.
Side job
Pamela Slim,
penulis buku Escape from Cubicle Nation, menggunakan istilah
"sampingan" untuk menunjuk cara menghasilkan uang dengan
berwirausaha. Terkadang orang selalu takut untuk memulai segala sesuatunya dari
bawah, karena akan mempertaruhkan semua yang sudah didapatkan dari pekerjaan
tetap. Memiliki pekerjaan sampingan tak hanya membuat untuk
menjalankan sebuah bisnis
baru dengan resiko kecil, tapi juga sekaligus sebagai rencana cadangan jika
suatu saat ada yang bermasalah dengan pekerjaannyaa
"Para pekerja pun akan berpikir tentang kestabilan ekonomi perusahaan,
meski tak benar-benar hancur, bukan hal yang baik jika hanya tergantung pada
perusahaan," ungkapnya. Menurut survei yang dilakukan Elance, sebuah
perusahaan freelance market, tiga dari 10 responden tetap bekerja di perusahaan
sembari berwirausaha.
4.
Jangan menjual
barang yang sama
Slim mengingatkan bahwa dalam berwirausaha, sebaiknya
tidak menjual produk yang sejenis dengan yang diproduksi oleh perusahaan.
Karena bisa saja, perusahaan akan mengklaim berbagai produk yang diciptakan saat masih berada dalam jam kerja perusahaan.
5.
Manfaatkan
teknologi
Twitter, blog,
Facebook, dan berbagai jejaring sosial lainnya merupakan salah satu cara yang
paling mudah untuk membangun sebuah bisnis kecil-kecilan. "Ini sangat
mudah dilakukan siapa saja, dan sangat mudah membuat website untuk menjual
produk Anda," ungkap Slim. Jika dulu, lokasi usaha merupakan salah satu
halangan untuk menjual berbagai produk usahanya, maka kini bisa membuat sebuah website di kota asal,
dan menjual produknya ke seluruh dunia.
6.
Tambah teman
Sekarang ini, pemasaran melalui blog dan internet
seringkali berfokus pada pentingnya membangun satu merek untuk menggalang
hubungan yang erat antara Anda dan pelanggan. Namun, Gentile mengatakan hal
tersebut bukanlah menjadi tujuan utama. Website yang dikelolanya setiap hari
dikunjungi 1.000 orang, dimana jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan
blog-blog para bintang ternama. Namun, yang paling penting adalah berapa jumlah
uang yang bisa didapatkan dari pengunjung blog
tersebut.
7.
Berhenti
berencana dan bergeraklah
Salah satu
kesalahan yang sering dilakukan untuk menjadi seorang wirausaha adalah terlalu
lama berpikir dan menyusun rencana. "Sebagian besar orang sulit menemukan
produk apa yang akan dijual. Mereka terlalu banyak berpikir detail, padahal
yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulainya," ungkap Slim.
Terkadang, banyak orang takut untuk memulai usaha karena mereka khawatir akan
gagal dan ditolak pasar.
8.
Optimis
"Kesuksesan tidak akan datang dengan
instan, tapi butuh proses. Namun, jika Anda memulainya dengan rasa pesimis,
semuanya akan gagal," ungkap Johnson. Inilah sebabnya keyakinan untuk
berhasil dalam bisnis adalah hal yang sangat penting, karena berguna untuk
memacu semangat menghadapi setiap tantangan.
9.
Menikmati hasil
kerja keras
Ada rasa puas dan kebanggaan tersendiri yang bisa dicapai ketika bisa menjalankan semua bisnisnya dengan
jerih payah sendiri. Tak ada salahnya ketika bisnis sudah membuahkan hasil, untuk
sedikit menikmati liburan.
Anda juga lebih bisa menikmati pekerjaan Anda dengan cara mengatur sendiri
semua bisnisnya bisa dibandingkan saat menjadi pekerja.
Selain
itu, seorang
wirausahawan juga harus mempunya ciri atau karakter yang terangkum dalam kata ACTION.
A = ACTION
Action atau tindakan adalah karakter wirausaha.
Menjadi wirausaha berarti mau mengambil inisiatif, mau melakukan ACTION, mau
mengambil tindakan untuk mengambil peluang yang ada. Wirausahawan bukan sosok
yang mudah berdiam diri. Mereka mengutamakan tindakan dalam kesehariannya.
C= CREATIVE
Wirausahawan itu sosok kreatif. Mereka mampu
menciptakan/mengembangkan sesuatu yang mungkin sebelumnya dianggap biasa atau
bahkan mustahil oleh banyak orang. Kreativitas tersebut membuatnya berhasil
membuat nilai tambah dalam apapun yang digelutinya. Masalah mampu diubahnya menjadi peluang.
Mereka juga kreatif untuk menghadapi tantangan usaha yang dihadapi. Tantangan
yang kian besar justru memompa semangatnya untuk lebih kreatif dalam menghadapi
tantangan usaha.
T= TRUST
Wirausahawan memegang trust sebagai prinsip hidupnya.
Dalam pengertian ke luar diri, trust berarti tekad untuk memegang kepercayaan
konsumen. Mereka sadar, kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis.
Ke dalam diri, trust berarti percaya pada dirinya, pada apa yang
di-ACTION-kannya. Wirausahawan punya rasa percaya diri untuk melakukan ACTION.
I = INDEPENDENT
Independent atau kemandirian menjadi jiwa
wirausahawan. Mereka ingin bebas, ingin mengatur hidupnya sesuai yang dia mau. Wirausaha mandiri ingin bekerja untuk dirinya sendiri. Mereka mau
mewujudkan impian-impiannya lewat usaha mandirinya itu.
Kemandirian tersebut juga membuatnya sadar akan resiko yang mungkin terjadi,
dan dia siap menanggungnya sebab telah memilih jalan wirausaha.
O= OPPORTUNITY
Opportunity atau kejelian melihat peluang/kesempatan
adalah ciri wirausahawan. Dimana-mana dia temukan ide ide bisnis yang bisa menjadi peluang bisnis baru.
Kejeliannya melihat peluang tersebut bukan saja menghasilkan uang bagi dirinya
sendiri, tapi banyak orang lainnya.
N = NO QUIT
Wirausahawan sejati tak pernah menyerah. Mereka tak
pernah berhenti ACTION. Kegagalan tak pernah dianggapnya sebagai kegagalan.
Setiap kali jatuh, dengan cepat mereka bangkit dan ACTION lagi. Mereka percaya kesuksesan itu pasti akan datang.
Kesuksesan itu tak datang tiba-tiba. Tapi melalui
proses penuh keringat. Dan semuanya itu akan terbayar lunas saat menjadi wirausaha sukses
C. MANFAAT
ENTREPRENEURSHIP
Untuk
mengefektifkan fungsi dan peranan guru, sesungguhnya tidak cukup dengan hanya
menigkatkan jumlah dan kualifikasi lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan
guru, namun hal yang paling menonjol untuk dijadikan bahan kebijakan ialah
aspek pengembangan jiwa entrepreneur para pengelola lembaga-lembaga pendidikan
dan pelatihan guru, sehingga calon-calon guru tersebut sangat penting artinya,
karena guru memiliki peran strategis dalam proses transformasi budaya
entrepreneurship kepada muridnya, yang pada akhirnya jiwa kewirausahaan guru
tersebut akan senantiasa mengalirdari generasi ke generasi.
Dalam
wacana teoritis jiwa kewirausahaan tersebut akan mempengaruhi perilaku orang
lain, sebab kepemimpinan guru merupkan fenomenanya dalam mempengaruhi murid.
Perilaku kepemimpinan yang berkualitas bagi guru ditujukkan dengan deskripsi
karakteristik pribadi guru yang memiliki: (1) kematangan sosial, (2) kecerdasan, (3) kebutuhan untuk berprestasi dan (4) sikap
dalam hubungan kemanusiaan. Wujud dari perilaku tersebut kenyataanya membentuk
karakteristik kepribadian yang khas atau perilaku dominan yang diperlihatkan
dalam konteks interaksi dengan para muridnya. Kecenderungan perilaku tersebut
menjadi prototype perilaku yang sering disebut gaya kepemimpinan guru.
Salah
satu manfaat jiwa entrepreneur ialah dpat membentuk citra sebagai guru yang
kharismatis. Jiwa entrepreneur dapat ditularkan melalui proses kepemimpinan transfomasional,
karena proses ini menfokuskan secara khusus pada penciptaan dan pemeliharaan
dari sebuah perubahan. Perilaku kharismatis,sering menyebabkan murid untuk
mengidentifikasi dan mengikat dirinya sebagai pemimpin. Ini biasanya melibatkan
sebuah visi yang menarik, menyusun perilaku yang dibutuhkan dan menggunakan
simbol untuk memfokuskan pada tugas-tugas murid dalam belajar.
Pendidik
yang berjiwa entrepreneur juga mencoba untuk menciptakan hubungan istimewa
dengan masing-masing muridnya. Kepemimpinan entrepreneur mencoba untuk
menyediakan stimulasi intelektual dengan menentang orang yang dipimpinnya untuk
berpikir dalam suatu cara yang benar-benar baru. Meskipun perilaku jelas
merupakan hal yang penting, kepemimpinan juga dapat dipandang sebagai sebuah
proses, baik dalam transaksional maupun transformasional.
BAB 3
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari
pembahasan diatas disimpulkan bahwa secara ringkas kewirausahaan dapat
didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inofatif (create new and different) yang dijadikan
kiat, dasar, sumber daya, dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan
jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko. Dengan strategi
yang baik untuk memulai berwirausaha seperti:
a.
Minat
b.
Motivasi
c.
Side
job
d.
Jangan
menjual barang yang sama
e.
Manfaatkan
teknologi
f.
Tambah
teman
g.
Berhenti
berencana dan bergeraklah
h.
Optimis
i.
Menikmati
hasil kerja keras
Dan
salah satu manfaat jiwa entrepreneur ialah dpat membentuk citra sebagai guru
yang kharismatis. Perilaku kharismatis,sering menyebabkan murid untuk
mengidentifikasi dan mengikat dirinya sebagai pemimpin. Ini biasanya melibatkan
sebuah visi yang menarik, menyusun perilaku yang dibutuhkan dan menggunakan
simbol untuk memfokuskan pada tugas-tugas murid dalam belajar.
DAFTAR PUSTAKA
http://yunushadi.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-manfaat-fungsi-dan-prinsip.html
suryana.2001.kewirausahaan.jakarta.salemba
empat